Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2012

PENYAKIT BAKTERI PADA MASA PERTUMBUHAN

Biji cabai dapat membawa penyakit(seed borne disease) dan ini cukup membahayakan tanaman-tanaman berikutnya. Patogen yang terbawa adalah dari kelompok patogen hidup dan gejala penyakit umumnya tidak muncul pada biji dan penampakan biji seperti biji normal yang sehat.

Pencegahan dapat dilakukan walaupun tidak bisa 100% dengan menggunakan benih yang bersertifikat. Rendam benih dengan NaOCl 1,3% selama 1 menit atau gunakan larutan CuSO4 dengan konsentrasi 0,75% selama 10 menit.

PENYAKIT BAKTERI DI PERSEMAIAN

Di persemaian penyakit bakteri disebut LAYU BAKTERI yang perasal dari patogen Ralstonia Solanacearum. Gejala yang tampak pada saat terkena layu bakteri adalah tanaman muda layu yang di mulai dari pucuk, selanjutnya seluruh bagian tanaman akan layu dan mati.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memilih tanah untuk media semai dari lapisan sub soil ( 1,5-2m dibawah permukaan tanah ) dicampur dengan pupuk kandang matang (harus benar-benar matang) dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1 . Campuran media ini di pasteurisasi(di panaskan) selama 2 jam. Semain yang terinfeksi harus dicabut dan dimusnahkan,media tanah yang terkontaminasi harus dibuang. Naungan persemaian secara bertahap dibuka agar matahari masuk dan tanaman menjadi lebih kuat. Gunakan fungisida/bakterisida ( merk dagang : bactocyn,bacterosida,agrept) dengan dosis yang paling rendah.

PENYAKIT BAKTERI PADA MASA VEGETATIF – GENERATIF

Penyakit bakteri pada masa vegetatif adalah bercak bakteri dan layu bakteri.
BERCAK BAKTERI berasal dari patogen Xanthomonas campestris p.v vesicatoria (Xcv). Bagian tanaman yang terserang adalah daun dan ranting. Bercak awal pada daun berukuran kecil dan berbentuk sirkuler spot berair kemudian menjadi nikrotik dengan warna coklat di bagian tengah dan pucat pada pinggirannya. Pada bagian atas daun, bercak seperti tenggelam. Sedangkan pada bagian bawah bercak seperti menonjol. Bercak yan menyatu akan berwarna coklat dengan pinggiran berwarna jerami. Gejala bercak bakteri pada daun dan ranting tidak berubah pada pertumbuhan generatif. Serangan yang parah dapat mengakibatkan defoliasi (gugur daun).
LAYU BAKTERI (Raistonia Solanacearum) gejalanya tampak pada daun yang terletak di bagian bawah. Setelah beberapa hari seluruh daun menjadi layu permanen. Sedangkan warna daun tetap hijau, tapi kadang-kadang sedikit kekuningan. Jaringan vaskuler dari batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan. Apabila akar atau batang tersebut dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air jernih akan keluar cairan keruh koloni bakteri yang melayang dalam air menyerupai kepulan asap. Pada masa pertumbuhan generatif gejalanya sama.

Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan :
1. Tanah-tanah yang terkontaminasi penyakit layu jangan digunakan. Kontaminasi penyakit layu dapat dipelajari dari tanaman sebelumnya.

2. Membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan gulma sebevmya. Membalik tanah agar terkena sinar matahari.

3. Pemupukan yang berimbang, yaitu urea 150-200kg, ZA 450-500kg, SP36 100-150kg, KCl100-150kg, dan pupuk organik 20-30ton per hektar.

4. Peninggian guludan/bedengan cabai mengurangi insiden layu.

5. Penggunaan mulsa plastik hitam perak.

6. Tanaman muda yang terinfeksi penyakit dicabut dan disulam dengan tanaman yang sehat.

7. Ekstrak tanaman merigold ( Titonia diversifotala) dalam air 1:20 (berat/volume) efektif untuk mengendalikan antraknosa. Campuran nimba(azadirachta indica),serai(andropogon nardus) dan laos(alpinia galanga) pada perbandingan 8:6:6 dan 6:6:6 serta daun tembakau pada air 1:20 juga efektif untuk mengendalikan antraknos. Efikasinya setara dengan mankozeb 0,2%.

8. Gunakan fungisida/bakterisida.

PENYAKIT BAKTERI PADA BUAH

Penyakit yang disebabkan bakteri pada buah adalah busuk basah bakteri dan bercak kering bakteri.
BUSUK BUAH BAKTERI patogennya adalah (Erwinia carotovora pv carotovora). Gejala busuk basah pada buah dimulai dari tangkai dan kelopak buah,tetapi infeksi dapat terjadi melaui luka di bagian mana saja dari buah. Jaringan buah yang terinfeksi menjadi lunak dan luka segera melebar merusak bagian dalam daging dan menjadi masa yang basah lunak dan berlendir. Lendir keluar dari kantung buah dan menguap sampai kering. Buah yang masih menempel pada tanaman kemudian terinfeksi akan tetap terikat menggantung seperti kantung air. Setelah isinya keluar kantung buah kering dan berwarna transparan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan…
Bersambung..

Read Full Post »

« Newer Posts

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 212 pengikut lainnya.